Rabu, 12 Desember 2012

Gizi Seimbang VS 4 Bintang ?

Beberapa hari belakangan ini, saya sedang mengikuti suatu training. Training Konselor PMBA namanya. PMBA sendiri merupakan kepanjangan dari Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak. Ya... ini merupakan sebuah program baru yang diprakarsai oleh UNICEF dan Kementerian Kesehatan RI sendiri mengenai bagaimana praktek pemberian ASI dan pola pemberian makan yang dianjurkan untuk anak usia 0-24 bulan (2 tahun). 

Hari pertama dan kedua mengikuti training, semua masih berjalan baik-baik saja. Sampailah pada hari ketiga dimana saya sekarang sedang menulis postingan ini. Pada saat diskusi kelompok tadi saya dan mbak Arie agak sedikit bersitegang sih dengan beberapa orang fasilitator mengenai "4 bintang" ini pada sesi praktek-praktek pemberian MP-ASI yang dianjurkan. 

Nah, menurut fasilitator, agar mempermudah ibu untuk mengingat mengenai jenis-jenis makanan apa saja yang dianjurkan, maka kita harus menggunakan istilah 4****.


Bintang 1* , Makanan yang berasal dari hewan: daging, seperti ayam, ikan, hati, telur dan susu, dan produk susu.

Bintang 2**, Makanan pokok: biji-bijian seperti jagung, nasi, dan sorghum, dan akar dan umbi- umbian seperti singkong, kentang.

Bintang 3***, Kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang polong, kacang tanah dan bijian seperti biji wijen

Bintang 4****, Buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin A seperti mangga, pepaya, markisa, jeruk, dedaunan hijau, ubi jalar, dan labu, dan buah-buah lain dan sayuran seperti pisang, nenas, semangka, tomat, alpukat, terung dan kol, 

Dalam praktek pemberian makanan pendamping untuk anak, poin-poin diatas saya rasa memang sudah sesuai karena kita pun juga harus memperkenalkan seluruh jenis makanan yang sudah disebutkan sejak dini. Trus masalahnya dimana??

Ada beberapa hal yang menjadi catatan tersendiri untuk saya:
  1. Coba diperhatikan, pada poin bintang 1* yang terlebih dahulu disebutkan adalah makanan jenis lauk hewani. sedangkan makanan pokok ditempatkan pada bintang 2**. Lantas kami bertanya, mengapa harus lauk hewani terlebih dahulu yang ditempatkan pertama kali? Mengapa bukan makanan pokok? Mungkin untuk sebagian orang itu merupakan masalah sepele, soal penempatan saja. Tetapi untuk kami yang notabene adalah jebolan gizi, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini kami pelajari  tentang prinsip Gizi Seimbang. Ini yang menjadi kekhawatiran kami berdua.
  2. Menurut apa yang pernah kami pelajari dari para sesepuh-sesepuh seprofesi, sejauh ini Makanan Pokok selalu ditempatkan di urutan yang pertama. Daftar menu di Rumah Sakit dan Restaurant manapun selalu menempatkan makanan pokok di posisi pertama, karena mungkin hal ini sudah menjadi standar dan kesepakatan bersama. 
  3. Ketika ditanya mengenai hal tersebut, fasilitator masih memberi jawaban yang menurut saya (agak) kurang memuaskan. Beliau memberikan alasan bahwa untuk bayi yang pertama kali berusia 6 bulan memang harus lebih banyak diberikan protein hewani karena pada masa tersebut merupakan periode emas pertumbuhan, dan untuk memaksimalkan pertumbuhan tersebut, maka seorang anak harus diberikan makanan yang tinggi protein. Okee.. alasan tersebut memang masuk akal, akan tetapi dari pernyataan tersebut malah kembali memunculkan kekhawatiran kami yang berikutnya.
  4.  Lauk hewani ditempatkan di urutan pertama. Dalam benak semua orang, pasti yang pertama merupakan yang paling unggul, atau setidaknya merupakan yang paling baik diantara yang lain. Hal yang saya takutkan adalah asumsi tersebut menempatkan protein hewani diatas segala-galanya. Maksudnya gimana? Orang pasti akan berpikir, "lauk hewani bisa dimakan lebih banyak dan lebih sering dibanding kelompok makanan yang lain". Padahal, Gizi Seimbang sendiri jelas-jelas sudah mengatur besar porsi masing-masing kelompok makanan tersebut. Pengaturan besar porsi tersebut bukan tanpa alasan. Semua jenis kelompok makanan mempunyai sisi positif dan negatif bila kita mengkonsumsinya tidak sesuai dengan yang dianjurkan (baik itu dikonsumsi lebih maupun kurang). 
Tumpeng Gizi Seimbang

Dan.. akhirnya argumen kami berhasil dipatahkan dengan kalimat, "karena itu memang sudah seperti yang tertera di modul PMBA". Okeeee.. dari sana saya jadi berpikir, ini yang bikin modul salah satunya ada yang orang gizi gak ya? Kalo memang ada, kok ya hal seperti ini dibiarkan begitu saja. Masalahnya adalah hal tersebut akan terus melekat dibenak masyarakat ketika pertama kali diberikan informasi yang menurut mereka masih baru, dan kecenderungan masyarakat itu sendiri adalah mempertahankan informasi pertama yang mereka dapat dan melestarikan nya sampai ke anak cucu. Kasusnya nanti akan sama seperti slogan "4 sehat 5 sempurna" yang masih saja ngetrend hingga detik ini, bahkan petugas kesehatan pun masih mempergunakan istilah tersebut (miris euy... ngeliatnya).

"Istilah 4 bintang sejauh ini masih memungkinkan untuk diterapkan pada PMBA usia 6-24 bulan selama itu masih membantu mempermudah masyarakat untuk bisa memberi pemahaman pada mereka, dengan konsekuensi ketika si anak sudah berumur 2 tahun ke atas, mereka harus tetap diberikan pemahaman tentang Gizi Seimbang.  Dan lagi-lagi.. ini jadi tugasnya Ahli Gizi untuk memberikan pemahaman tersebut (Beban moral dan tanggung jawab profesi dengan sendirinya akan bertambah)". Semoga ada jalan dan diberi kemudahan.. Amiiinnn...
Dompu, 12-12-12

6 komentar:

  1. Malas baca, mending nanti suruh Mae fasilitasi di depanku, hahahaha.... YESS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending gak usah komen mas.. hahaha :D

      Hapus
  2. kalo aq sih de, sbg ahli gizi sdh kewajiban kita u/ meluruskan yg salah,,, klo slogan'a gizi seimbang yaa u/ apapun itu program yg lain'a pd prinsip'a harus kmbali ke konsep gizi seimbang tadi,,,
    stuju sma qmu, wlopun namanya 4 bintang tapi bintang pertamanya hrus'a tetap makanan pokok yg utama, nama'a aja udah "pokok", masa posisi'a dirubah", belum lagi klo mindset'a sejak awal (masa bayi-kanak") dipaparkn'a dgn slogan si 4 bintang itu so nanti'a bkalan susah mrubah'a, yg ada nanti malah muncul mslh bru lgi...

    n satu lagi kritisi dr aq, u/ bintang 4, kenapa hanya buah dan sayur sumber vitamin A ja?? bukankah target'a itu sampai umur 2 tahun?? yg notabene harus'a sdh mndptkn brbagai macam makanan dgn vitamin+mineral lain'a... lagi pula data SEANUTS terakhir kmrn kn jg menyimpulkan bhwa sbnr'a u/ konsumsi vit.A sdh bkn masalah lagi???
    kbetulan kmrn" aq jg dh dpt kuliah ttg Vit.A lagi, n ksimpulan'a slama konsumsi buah+sayur mengikuti prinsip gizi seimbang, gag kan terjadi kkurangan vitamin A,,, wong vit.A punya mekanisme sendiri koq,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo informasi yang aku dapet kemarin sih, vitamin A punya fungsi lain selain untuk kesehatan mata, yaitu berguna juga untuk meningkatkan sistem imun (hubungannya sama antibodi), jadi makanya kenapa vitamin A harus diberikan segera untuk ibu nifas dan bayi mungkin karena untuk itu..

      Hapus
  3. Tadi pas bu Aruni menjelaskan kembali ttg penempatan lauk hewani itu, sebenarnya ada yg terlupa loo. Merhatiin gak? Pas diskusi kemarin, memang lauk hewani di nomor satukan. Tapi coba perhatikan, pas mereka menyebutkan tentang 4 bintang, bintang pertama pasti untuk makanan pokok... Jadi semacam gak konsisten gituu..

    Trus yang jadi pertanyaanku lagi, apa beda 4 bintang dengan 4 sehat 5 sempurna? Keduanya sama sama cuma menyebutkan jenis, gak ada porsi seperti yang di gizi seimbang.

    Tapi gak enak juga mo ndebat... Hemmmm :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas aku baca di modulnya sih ada tulisannya fleksibel untuk urutannya. yang mana aja boleh disebut duluan. cuma kenapa pas diskusi praktek pemberian MP-ASI yang dianjurkan kok mereka tetep kekeuh ya? herman juga saya..Terlalu saklek dengan modul..

      Ya beginilah nasib peserta yang cuma ikut training untuk konselor, tidak akan banyak pertanyaan. Kecuali kalo kita ikut ToT nya.. baru dah tuh.. hajar bleh debat sama fasilitator propinsi.. wkwkwkwk

      Setelah dipikir2 kalo untuk porsi, memang untuk anak umur dibawah 2 tahun ada beberapa yang tidak mengikuti porsi di Gizi seimbang mbak. kayak misalnya makanan pokok, kalo untuk gizi seimbang kan porsinya 3-5 kali.. nah setiap satu porsi nya bisa 1 centong yang isinya sekitar 100 gram nasi/50 gram beras. Nah.. kalo untuk PMBA tau sendiri kan untuk baduta yang paling besar saja porsi MP-ASI nya hanya 3-4 sdm. Sedangkan kalo 1 centong itu biasanya lebih dari 4 sdm. Jadi.. mungkin beberapa hal ada benarnya juga sih mbak. hehe :D

      Hapus