Rabu, 06 Juli 2016

Happy Ied Mubarak 1437 H

Selamat Idul Fitri...

Alhamdulillah, akhirnya pecah telur juga. Setelah kesekian kalinya niatan untuk menulis muncul namun tak kunjung direalisasikan, akhirnya hari ini punya kesempatan untuk menulis lagi. Kali ini momennya begitu spesial, apalagi kalo bukan merayakan hari kemenangan setelah 1 bulan lamanya menahan diri dari godaan makan, minum dan hawa nafsu. Amat sangat bersyukur karena puasa dan lebaran tahun ini masih bisa menikmatinya. Puasa tahun ini terasa amat sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekilas masih seperti pada umumnya, siangnya menjalankan ibadah puasa Ramadhan, malamnya menjalankan sunnah terawih. Tetapi memang rasanya berbeda. Ah.. saya benar-benar merindukan menikmati bulan Ramadhan di tanah rantau. Rindu kehilangan sendal jepit setiap malam saat pulang sholat terawih di Mesjid Raya Dompu. Rindu mempersiapkan bekal makan sahur sehabis pulang terawih. Yang paling membuat saya rindu adalah safari masjidnya. Ya.. saya dan mbak Arie terbiasa untuk menjajaki beberapa masjid untuk sekedar sholat terawih disana. Hal ini sudah menjadi kebiasaan rutin kami dan justru inilah yang paling saya kangenin saat saya sudah kembali ke Jakarta. Betapa ada perasaan 'nagih' di dalam diri manakala Ramadhan menghampiri.

Ramadhan kali ini juga berbeda dari sebelumnya, saya jadi punya rutinitas baru yaitu membangunkan orang sahur. Tentang siapa yang dimaksud pengen rasanya cerita, tapi mungkin ada waktunya sendiri. hehe :) saat semuanya sudah jelas dan sudah pasti. Mudah-mudahan saya masih bisa bertemu Ramadhan kembali. Berharap saat pertemuan nanti, saya sudah masuk di tahapan siklus kehidupan berikutnya. Amiiin.. amiin ya Robbal A'lamiin.. 

- Jakarta, 6 Juli 2016 -

Kamis, 29 Oktober 2015

Fase hidup yang baru

Tak terasa 2015 sudah hampir berlalu. Ini adalah postingan kedua di tahun ini. Cukup menggambarkan betapa malasnya saya untuk menulis. Banyak hal sebenarnya yang ingin saya ceritakan. Banyak hal luar biasa yang terjadi di tahun ini. Masih ingat postingan awal tahun yang berisi curhatan tentang ikut serta dalam tes  CPNS? Betul! dan saya LULUS... Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Perasaan berkecamuk manakala membaca pengumuman di website instansi. Ada perasaan haru karena perjuangan bolak balik Dompu-Jakarta-Dompu akhirnya membuahkan hasil. Orang tua sudah pasti luar biasa bahagia mendengar kabar tersebut. Disisi lain, saya amat sangat terpukul karena otomatis saya harus meninggalkan sesuatu amat saya cintai. Ya.. I did love my old job as a humanitarian worker. 
Tahun ini juga menjadi tahun yang suuupeeerrr buat saya. Saya pernah menulis di wishlist kalo obsesi tingkat dewa yang ingin saya gapai adalah menyambangi Korea, and I DID IT! Juni 2015 saya berhasil mewujudkan nya. Berbekal Anyeong haseyo dan gamsahamnida saya mampu menjalani 4 hari 3 malam backpackeran bersama teman saya Rini.  Tengkyu mpoookk.. Sampai ketemu di JKT18 project... 

Jumat, 23 Januari 2015

2015.. kembali

2015... akhirnya tiba...
2014 telah berlalu dan membawa kesan yang mendalam.
Banyak hal dilalui. Tahun 2014 saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meskipun bukan di jurusan yang sama seperti sebelumnya. 2014 juga merupakan tahun-tahun penuh pergolakan. Di tahun ini saya memutuskan untuk ikut tes CPNS di salah satu instansi. Mobilitas pun menjadi cukup tinggi di tahun ini, harus bolak-balik Dompu-Jakarta-Dompu untuk mengikuti setiap jenjang tesnya. 2014 juga merupakan tahun penuh kesedihan. Saya kehilangan teman yang sudah seperti saudara. Iya, Mbak Arie memutuskan untuk resign demi melanjutkan impian nya untuk menjadi seorang istri. Bahagia mendengarnya, namun terselip rasa sedih. Hari-hari awal kepergiannya, rasa sepi itu begitu terasa. Terkadang saya suka menangis sendiri dalam kamar kost. Memandangi setiap sudut demi sudut yang tadinya terisi oleh barang-barangnya kini menjadi kosong. Kami sudah menjalani 2 tahun 8 bulan bersama sebagai sesama perantau, membuat hubungan kami kian erat. Ini menyadarkan saya bahwa untuk kesekian kalinya saya harus kehilangan orang-orang yang ibaratnya merintis project bersama-sama dari titik nol. Hilang lagi satu penguat keberadaan saya di Dompu ini.

Ada yang pergi, ada pula yang datang. Begitulah siklus kehidupan. Muncul wajah-wajah baru maupun wajah lama dengan rasa baru. Tapi tetap saja, tidak akan sama rasanya seperti yang dulu. Aroma-aroma keberpihakan mulai tercium.. Ah,, saya muak sebenarnya berada di dalam sini. Disatu sisi begini, disisi lain begitu. Halooooo.. ini bukan tempat mencari koalisi.. tapi tempat untuk belajar menghargai. Ini membuat saya kembali berpikir dua kali. Memutuskan untuk bertahan atau pergi.

Saya benci.. dan saya ingin kembali... 

Senin, 11 Agustus 2014

Forgive me!

Masih dalam suasana Syawwal, izinkan saya mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin untuk kawan lama, teman terbaik yang pernah mewarnai hidup saya.

Saya tak pernah sedikitpun melupakan kebersamaan yang telah kita lewati bersama. Saya selalu mengingat kebaikan-kebaikan anda, meskipun rasanya tidak akan sama seperti dulu. Saya tahu, bahwa dosa saya pada anda tidak akan mungkin terlupakan oleh anda, dan mungkin hal itu membuat hati anda tersakiti.

Saya lebih memilih untuk menuliskannya disini. Di ruang yang sedari awal saya khususkan untuk berbagi semua rasa yang pernah ada, senang, bahagia, sedih, pilu, susah dsb. Saya tidak berani mengucapkan nya secara langsung karena saya takut. Takut bila nanti akan kembali melukai anda. Takut bila nanti hanya mengingatkan kembali rasa sakit yang anda alami.

Jika pun saya menceritakan hal yang sesungguhnya terjadi, pun anda tidak akan lagi peduli. Namun biarlah..

Sekali lagi, saya dengan segala kerendahan hati memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada anda.
Ya.. anda! orang yang tetap membekas dalam hati dan pikiran saya.
Anda yang tidak berani saya sapa..