Saturday, July 21, 2012

20 Juli yang Istimewa

Pukul 23.59 Waktu Indonesia bagian Tengah...

Entah mengapa hari ini terasa begitu spesial.
Banyak hal-hal spektakuler dan spesial terjadi di 20 Juli.
Ah.. lebih baik ku urut saja, sembari mengingat-ingat kejadian-kejadian istimewa di hari ini.

  • 20 Juli 2012 itu... Deadline Monthly Narrative Report nya CAI-MCN project.
  • 20 Juli 2012 itu... First Regular Meeting with our new PUM (Program Unit Manager)
  • 20 Juli 2012 itu... Bikin saya terharu sehabis membaca ulang Monthly Narrative Report yang sudah berhasil kami selesaikan tepat waktu
  • 20 Juli 2012 itu... Hari yang paling ditunggu2 oleh staf Plan Indonesia (Hahaha)
  • 20 Juli 2012 itu... Hari kemenangannya mbak Rie Ramadhaanie karena berhasil jadi runner up lomba cerpen nya Bloofers

Tapi yang paling berkesan di tanggal 20 Juli 2012 ini adalah : 

Hari pertama saya menginjakkan kaki di  Masjid Raya Baiturrahman, Dompu
Hari pertama saya tertukar sandal di masjid itu
Hari pertama saya melaksanakan sholat berjamaah disana
Hari pertama saya melakukan persiapan untuk berpuasa keesokan harinya
dan
Hari pertama saya bertemu kembali dengan Ramadhan di tanah perantauan
***



Friday, July 13, 2012

No Mention


Dompu, 18.14 WITA...

Aerith
Untuk sekali ini izinkan saya mencurahkan rasa yang bergelora dalam hati saya. Ya.. untuk kali ini saja. Bukan bermaksud untuk memalingkan hati apalagi mencari pengganti. Sekedar melepaskan sesuatu yang mengganjal dalam pikiran saya beberapa hari belakangan ini
Baru-baru ini saya merasa kembali ke dimensi yang berbeda.
Sebuah dimensi yang beberapa tahun yang lalu sempat saya rasakan euforia nya.
Berawal dari sebuah konfirmasi "request" yang di "confirm" oleh sang empu-nya.
Hingga akhirnya mampu membuat dada ini tak henti berdegup.
Memang terkesan alay dan lebay, tapi tak saya hiraukan ejekan suara-suara itu.

Saturday, June 30, 2012

Woko, Disini Kami Belajar!


Desa Woko merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Desa Woko ini merupakan salah satu desa yang menjadi tujuan UPT.  (UPT apa ya?) mungkin “unit Pelayanan Transmigrasi” kali ya? hehehe. Desa Woko terdiri dari 3 dusun yaitu dusun Woko Atas, dusun Patuh Padakena dan dusun Woko Rahmat. Jarak antara satu dusun ke dusun yang lain kalau boleh dibilang lumayan jauh. Kondisi jalan yang berbatu-batu dan belum diaspal membuat siapapun orang baru yang datang ke tempat ini harus lebih berhati-hati. Percaya deh sama kata-kata saya ini, karena saya sendiri pun sudah pernah mengalami “apes” nya jatuh dari sepeda motor dalam perjalanan antar dusun. Ada perasaan yang berbeda ketika pertama kali menyambangi desa ini. Desa ini terlihat sepi dan rumah penduduknya pun saling berjauhan. Belakangan kami baru tahu bahwa memang setiap kepala keluarga disini memiliki rata-rata luas pekarangan sebesar 50 x 100 m. Wow.. bisa dibayangkan dong betapa luasnya? Belum lagi untuk kepemilikan kebunnya mungkin bisa lebih dari itu (Geleng-geleng).

Sunday, June 24, 2012

We are... "Partner in Crime"

Postingan pembuka untuk bulan Juni ini saya beri judul We are "Partner in Crime". Mengambil sebuah julukan dari mahakarya nya Andrea Hirata, tulisan saya kali ini akan berkisah tentang sosok-sosok luar biasa yang kini mengisi lembaran demi lembaran catatan kehidupan saya di Dompu.

Tak bisa dipungkiri kehadiran orang-orang ini begitu berarti bagi saya. Bagaimana tidak, disaat saya jauh dari orang tua, sodara, sahabat dan orang-orang yang saya sayangi, mereka selalu ada bersama saya (cie elah.. hahaha). Kami memang baru pertama kali ini saling mengenal. Ya.. Dompu lah tempat pertama kalinya kami di pertemukan, dan tentunya dibawah naungan Plan lah kami berempat disatukan.